Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2013

Cara Mengatasi Anak Suka Menggigit

Solusi Bagi Anak Suka Menggigit

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar anak tidak suka menggigit :

1.    ciptakan suasana nyaman
Adanya suasana nyaman akan membuat perasaan anak juga lebih nyaman dan rileks. Hal ini bisa meminimalkan timbulnya emosi negatif, sehingga anak pun tidak merasa perlu untuk menggigit.

2.    Jaga kondisi psikologisnya
Sejak dini orang tua perlu menjaga psikologis anak. Jika marah, hindari memarahinya dengan membentaknya atau merendahkan harga dirinya. Tegurlah perilakunya tanpa mencela dirinya. Selain itu, jika orang tua ada masalah atau marahan, sebaiknya jangan diperlihatkan dihadapan si kecil. source image : jelajah.up2det.com

cara mengatasi anak suka menggigit
Advertisement
3.    Beri perhatian cukup
Kadang si kecil menggigit untuk mencari perhatian. Karena itu berilah ia perhatian yang cukup. Sesekali (kalau tidak bisa sering), luangkanlah waktu untuk menemaninya bermain. Jaga jangan sampai anak kurang perhatian, lebih-lebih setelah ia punya adik. Sebagai orang tua, sebisa mungkin berlaku adillah, khususnya dalam memberikan perhatian kepada anak-anak.

4.    perhatikan pola makannya
Anak harus dibiasakan makan dengan teratur, dan jaga agar jangan sampai ia kelaparan. Sebab, bisa jadi ia menggigit untuk memberitahu bahwa ia lapar. Selain itu, pola makan yang baik dan teratur juga akan sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

5.    Berikan waktu istirahat yang cukup
Kondisi fisik yang lelah bisa mempengaruhi emosi anak. Karena itu ank harus dijaga jangan sampai kelelahan. Berikan waktu istirahat yang cukup untuknya. Misalnya dengan menyuruhnya tidur siang minimal 2 jam, dan tidur malam sehabis ‘Isya, jangan terlalu malam.

6.    Latih anak untuk berkomunikasi dan mengungkapkan emosi
Agar tidak terbiasa menggigit, anak perlu dilatih berkomunikasi dan mengungkapkan emosi sejak dini. Rajin membacakan buku cerita merupakan salah satu cara yang efektif untuk melatih anak berkomunikasi.

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan agar anak tidak suka menggigit. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 30 April 2011

Berawal dari Kekecewaan

Beberapa bulan yang lalu, saya sedang merasa tidak betah dengan kondisi tempat kerja. Tepatnya, di sana saya sedang merasakan kekecewaan terhadap penolakan-penolakan atas ide pribadi yang secara emosional mempengaruh semangat kerja. Jangankan untuk masuk kerja, melihat bangunannya saja rasanya saya ingin berlari jauh untuk menghindar.

Berawal dari Kekecewaan
Advertisement
Saya sempat berbeda pendapat dengan seseorang yang ditunjuk sebagai team leader tentang suatu cara bagaimana memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Saya yang merasa memilki dalil pemecahan masalah yang jitu, dengan penuh percaya diri mengungkapkan ide-ide yang ada. Ternyata tak disangka, ide-ide tersebut dianggap kurang cocok atau tepatnya ditolak oleh team leader tersebut

Dari situ saya merasa kecewa berat. Saya menjadi tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya, malas bekerja dan mulai berpikir negatif. "Buat apa mengeluarkan ide kalau toh pada akhirnya pasti pendapat tersebut akan ditolak." Tentu saja hal ini membuat suasana antara saya dan teman-teman kerja menjadi dingin serta kaku dengan adanya jarak yang saya berikan.

Di waktu yang bersamaan, tiba-tiba saya mendapat surat dari salah seorang sahabat yang berisi curhat tentang rasa kecewa. Di akhir tulisan, ia meminta saya untuk membantunya mencari jalan mengatasi rasa kecewa. Saya yang tadinya hanya bisa tersenyum-senyum membaca surat tersebut, tiba-tiba harus putar otak untuk membalas surat tersebut yang nantinya `wajib` membahas tentang kecewa dan penanggulangannya.

Setelah merenung beberapa lama, akhirnya saya berkesimpulan seperti ini: Kecewa adalah salah satu bentuk dari emosi jiwa manusia. Sesuatu yang muncul dirasakan jika harapan tidak berjalan sesuai kenyataan. Adanya over self confident tanpa dibentengi kata `siap gagal` merupakan salah satu penyebab kekecewaan hadir.

Sebetulnya perasaan kecewa tidak selamanya pertanda negatif. Ia akan mendatangkan hikmah jika dikelola dengan baik. Salah satunya adalah meningkatkan kepekaan kita akan kematangan emosi. Ambilah sikap bahwa kecewa adalah awal dari sesuatu bukan akhir dari segalanya. Awal untuk lebih mengenal diri sendiri dan memahami ekspetasi-ekspetasi orang lain. Ternyata sikap inilah yang selama ini tidak konsisten saya jalankan yaitu berusaha memahami ekspetasi atau harapan orang lain. Saya cenderung berpikir tentang `keinginan saya` yang tentunya bukan merupakan komitmen bersama.

Saya mendapat kesimpulan bahwa bersiap diri untuk menjadi senang dan sekaligus siap gagal merupakan salah satu cara mengatasi kekecewaan yang akan terjadi. Dengan siap gagal, saat kecewa karena mendapat penolakan ataupun harapan yang tidak terkabul, akan muncul keikhlasan disertai hati yang lapang.

Saat mendapatkan kegembiraan tidak disalurkan dengan sikap meledak-ledak. Selain itu, membuat catatan tentang beberapa kesuksesan dan kebahagiaan yang telah diraih, merupakan salah satu cara mengurangi kekecewaan yang sedang dialami.

Bersyukur saat kecewa merupakan sikap mengakui bahwa kita adalah manusia seutuhnya yang tidak terlepas dari qadha Allah swt. Di atas semuanya, yang tidak boleh kita lupakan adalah man propose, Allah dispose.


aishliz et yahoo.com.sg
- FLP Jepang -

Copyright @ 2013 Cerita Hikmah.